Pages

Selasa, 12 November 2013

SEPENGGAL SURAT DIHARI ULANG TAHUNKU UNTUK ALLAH, TUHANKU. -OgiRogisno

Selamat pagi, Bumi. Apa kau menyaksikan banyak ucapan ulang tahun di hari ini? Dari orang-orang kepada orang-orang yang ulang tahun hari ini, diseluruh dunia. Kulihat matahari sudah mulai menyapamu. Tuhan pun menggelar langit biru-Nya beserta awan-awan teduh. Planetku, izinkan aku menulis sepenggal surat untuk penciptamu; pencipta kita. Sepenggal surat luapan dari berbagai rasa hati. Kenapa, planetku? Oh itu, sudahlah, tak perlu. Kau tak perlu menyampaikan isi suratku pada-Nya. Dia kan mengetahui apa yang tidak diketahui ciptaan-Nya. Bukan begitu?

Dear Allah, Tuhanku.
Selamat pagi Yang Maha Esa. Masihkah engkau sibuk mengatur jagat raya ini dengan jemari-Mu? Sepertinya aku tak perlu menanyakan bagaimana kabarmu saat ini. Tentunya, Engkau akan baik-baik saja bukan? Jika tidak, lalu siapa yang akan mengatur jagat raya ini? Bukankah Yang Maha Esa tak ada penggantinya?

Ya Allah, Tuhanku.
Terlalu biadab jika aku tak mengucapkan rasa syukur atas limpahan nikmat-Mu.
Terima kasih, Engkau telah menjadikanku makhluk dengan derajat yang tinggi.
Terima kasih, Engkau telah memberikanku keimanan dan Agama yang kucintai ini.
Terima kasih, Engkau telah memberikanku kedua orang tua seperti Ibu dan Ayahku.
Terima kasih, Engkau telah memberikanku ketiga kakak kandung seperti mereka.
Terima kasih, Engkau telah memberikanku sahabat-sahabat yang begitu menyayangiku.
Terima kasih, Engkau telah memberikanku kesempatan untuk menikmati sekaligus mengembara dikehidupan yang sebenarnya singkat ini.
Terima kasih, Engkau telah memberiku kesempatan untuk menikmati hari ini.
Terima kasih, Engkau telah blablabla ...
Ya Allah, Tuhanku. Begitu banyak nikmat dari-Mu. Hingga aku tak tau harus memulai dan mengakhirinya seperti apa. Seperti halnya setiap tarikan nafas ini. Bukankah nikmat dari-Mu juga?

Ya Allah, Tuhanku.
Hari ini hari jum'at ya. Setauku, dari orang-orang dan atau sumber lain, hari jum'at itu adalah rajanya hari. Hubungannya denganku? Oh, bukan ! Bukan itu. Bukan maksud berarti aku juga raja seperti dia. Tapi, jum'at kali ini, adalah bertepatan dengan tanggal kelahiranku. Nah iya, benar-benar. Aku, ulang, tahun. Yeee ...Loh kok diam saja? Mana ekspresinya? Ahh, Engkau sudah tau ya? Curang ih Engkau.

Ya Allah, Tuhanku.
Seperti kebanyakan orang di dunia. Yang meminta keinginannya terkabul lewat doa. Ketika pengulangan tanggal lahirnya tiba. Tidak munafik, akupun begitu.
Jadikanlah aku hamba-Mu yang khusyu dan tawadhu dalam menerima hikmah dan berkah-Mu.
Jadikanlah aku hamba-Mu yang beruntung, dengan panjang umur dan banyak pahala.
Jadikanlah aku hamba-Mu yang lebih bijaksana. Yang lebih bisa banyak berpikir sebelum berucap dan atau bertindak. Sehingga apa yang kulakukan bisa lebih bermanfaat dan tidak menyakiti orang lain.
Jadikanlah aku hamba-Mu yang tergolong calon Surga-Mu. Amin Ya Rabbal Alamin.

Ya Allah, Tuhanku.
Sampai diusiaku saat ini, begitu banyak masa yang telah kulewati. Ada masa …
Dimana aku jatuh pada titik takdir yang luar biasa dalamnya.
Dimana aku merasakan sakit dunia yang menyayat-nyayat hati.
Dimana aku mengkerdilkan diri, dengan menganggap jagat raya tak berlaku adil terhadapku.
Dimana aku membutakan seluruh penglihatan dengan berkata bahwa matahari disiang hari, serta bulan dan bintang gemintang dimalam hari lupa bersinar di atap kehidupanku.
Dimana aku teramat silau karena limpahan rejeki orang lain.
Dimana aku lupa akan caranya bersyukur.
Padahal, aku masih gunakan udara-Mu untuk bernafas walau sambil mengeluh.
Aku masih pijakan kaki pada bumi-Mu walau sambil mengumpat.
Aku masih sempat minum air-Mu walau sambil mencaci.
Dan bahkan aku masih meminjam keseluruhan hidup ini dari Sang Pemilik Segalanya.
Masih kuingat, bagaimana Engkau memberitahu Ciptaan-Mu dalam surat Ar-Rahmaan.
Yang kutipan artinya "Maka Nikmat Tuhanmu Yang Manakah Yang KamuDustakan?" (Ar-Rahmaan : 13).
Ayat itu, diulang sebanyak 31 kali dalam Surah Ar-Rahmaan. Betapa aku, sebagai makhluk-Mu, masihkah berhak sombong untuk sekadar mengucapkan "Terima Kasih" kepada-Mu? Atas nikmat-Mu.

Ya Allah, Tuhanku.
Aku tau. Usiaku tidak lagi belia, tapi tidak juga tua.
Bertambah usiaku dalam hitunganku, berkurang usiaku dalam hitunganmu.
Ampuni aku, Ya Allah. Ampuni aku atas segala salah dan dosaku. Atas kebodohanku melakukan larangan-Mu dan menjauhi perintah-Mu. Aku hanya manusia biasa. Manusia ciptaan-Mu yang tak luput dari salah dan dosa. Seperti kebanyakan orang bicara. Tempatku mengadu, hanyalah pada-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Mengampuni.

Ya Allah, Tuhanku.
Dihari ulang tahunku ini. Izinkan aku menitipkan salam spesial untuk Ayahku di sana. Yang tiga tahun lalu sudah Engkau panggil hadirnya dariku. Sampaikan padanya, kalau aku begitu menyayanginya dengan sepenuh hati ini. Seandainya saja waktu bisa kuputar, aku memilih ketika masih ada sosoknya-disampingku.

Ya Allah, Tuhanku.
Kiranya aku sudahi saja surat ini. Semoga Engkau membaca dan mengabulkan setiap apa yang tertulis disurat ini. Semoga, apa yang aku semoga-semogakan tidak hanya menjadi semoga. Amin. Terima kasih, Ya Allah. Terima kasih.

Hey, Planetku. Kau tidak tertidur kan? Surat yang kutulis berakhir dititik ini nih. Tolong kau rawat setiap kata dan tulisanku ya. Sampai atau tidaknya kepada pencipta kita, bukan urusan kita. Yakin saja, kalau Dia memang mengetahui segalanya. Memang begitu, bukan? Terima kasih, Allah. Terima kasih, Bumi. Dan semua orang yang menyayangiku. Terima kasih. Happy birthday to me. Enjoy ;)

Bekasi, 01 November 2013
Tulisan oleh Ogi Rogisno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak.