Untuk cinta yang kembali mekar. Untuk dia yang kembali datang. Aku tak tau harus berbuat apa terhadap rasaku ini. Tak tau apa ini termasuk dosa atau tidak. Aku tak tau kalau ternyata kau sampai terbawa dalam bunga tidurku. Sampai membuat rasa ini menguat dan aku tak bisa menolak
Masih kuingat cinta di 4 tahun silam, itu. Aku berusaha mencari dan mendapatkan nomor handphonemu. Sekuat rasa dan keinginan memilikimu. Rasa penasaranku yang membuncah, rasa sukaku yang kian mendidih, semakin membuat raga ini terpacu. Diperpustakaan itu, sosokmu lewat didepanku. Kau melempar sapaan manis "Permisi, Kak" Subhanallah, bidadari idamanku ini begitu terlihat sopan. Aku tersenyum dan bahagia bisa mendengar suara indahmu.
Beberapa minggu kemudian, aku berhasil dapatkan nomor handphonemu, dari temanmu. Kuhubungi, dan kita kemudian menjadi akrab. Sebulan pendekatan itu, diminggu berikutnya, aku coba beranikan diri menyatakan perasaanku yang sebenarnya. Rupanya, kau juga rasakan apa yang kurasa.
Hari kian berganti, rasa ini tetap pada satu hati. Organisasi Kesiswaan itu, Pramuka itu, Patroli Keamanan Sekolah itu, semua kulewati dengan rasa cintaku padamu. Semua tertuang indah dalam pikiran ini. Tertulis rapih dalam catatan pribadiku. Oh indahnya masa-masa putih biruku.
Ya! Hubungan kita tak bertahan lama. Masih saat masa-masa putih biru, itu, hubungan kita, kandas. Aku tak tau apa ini termasuk dosa atau tidak. Karena cintaku yang dulu hilang itu, kini hadir kembali membawa jutaan warna baru. Dia lebih ceria, meski cueknya belum juga hilang. Lebih gemesin, meski kadang suka menghilang. Aku tak tau apa ini termasuk dosa atau tidak. Sepertinya, aku dibuat jatuh cinta olehnya, lagi.
"PING"
"Idih di PING sama cewek cantik euy"
"Ahh jangan gituu haha"
Sekelumit percakapan tadi siang. Memang sederhana, tapi bagi yang kasmaran, ini istimewa. (ˇ▽ˇ)-c
Bekasi, 19 Desember 2013
Ditulis oleh Ogi Rogisno
Pages
▼
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijak.