Terlahir dalam keadaan tidak membawa apa-apa dan tak tau apa-apa.
Tumbuh besar mencari segala yang ingin dicari.
Tapi tak ada satu pun dapat ditemui.
Karena setiap pencapaian ternyata hanyalah permulaan.
Selalu ada lagi yang terbayang didepan nan menggiurkan.
Tak tau lagi yang mana dosa apalagi takut neraka.
Padahal dalam angan, sanubari tak mampu menepis fatamorgana.
Alpa selalu menjadi alasan penyebab utama.
Sampai kapan? Padahal esok lusa belumlah tentu.
Sentuhan Kelembutan-Nya membasuh nurani yang sedang merana.
Ungkapan syukur menampar muka, perasaan hati pun mendulang nelangsa.
Betapa semua ini ada karena dikehendaki-Nya.
Semua telah diberikan-Nya.
Malu rasanya berharap lebih dari-Nya.
Oh, senangnya, jiwa ini merasa kembali tak tau apa-apa.
Bekasi, 17 Desember 2013
Pages
▼
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijak.