SEINGATKU ; MASA PUTIH BIRU - OGI ROGISNO
Tema Cerita Masa-masa putih
biru
Judul Cerita SEINGATKU
Penulis Cerita Ogi
Rogisno
Tokoh
Ogi Rogisno (Tokoh Utama)
Muhammad Rizky Aditya Priatna
(Piguran)
Alief Julian Pratama (Piguran)
Asep Mustofa (Almarhum)-(Teman
sebangku saat MOS)
Siti Aisyah (Sahabat tokoh utama)
Atikah Maharani (Sahabat tokoh utama)
Yuniar Kusumayanti (Piguran)
Ria Meyliawati Putri (Piguran)
Cerita ini hanyalah luapan dari
pikiran dan perasaan.
Yang dituangkan dalam catatan harian.
Jadi apabila ada kesamaan dalam nama
tokoh, tempat, waktu,
dan peristiwa itu memang benar
adanya.
Mempersembahkan
-SEINGATKU-
Back sound : Sindentosca-Kepompong
Sepertinya mentari pagi mulai muncul
dari balik bukit. Dengan sangat sempurna dia bersinar terang. Ku rasa dia mengintipku
yang tengah tertidur lelap dari sela-sela jendela. Dan ulahnya itu yang
kemudian membangunkanku dengan sangat terpaksa. Saat handuk yang ku pegang
menemani setiap langkahku menuju kamar mandi. Tidak pada saat itu alunan musik
juga menemaniku di pagi ini.
Hari ini adalah kali pertama aku
mengikuti kegiatan MASA ORIENTASI SISWA di sekolah baruku. Pikirku kegiatan
seperti ini memang sudah menjadi ritual taunan di SMP NEGERI 1 CIMAHI. Hingga
akhirnya, semua siswa baru disarankan untuk mengikuti kegiatan yang sudah
terencana itu. “Ohmaygat … Ini apasih? Emang penting ya !” Celotehku dalam
hati.
Tepung bersampah, air kulubtuk, dan
si premen jelajah-lah yang merupakan tugas awalku di hari pertama ini. “Ini
apalagi sih. Aneh-aneh aja deh” Celoteh temanku mengkin seperti itu.
Dengan perasaan enggan aku membawa
ketiga tugas awalku itu dalam sebuah tas. Saat ku langkahkan kaki ini menuju
sekolah baruku. Saat itu pula wajah Aditya dan Alief yang kujumpai diperjalanan
menjadi sarapan pagi kedua bola mataku. “Seingatku begitu” Tapi entahlah, yang
penting cerita ini berjalan sesuai kronologisnya. =D
Setibanya di sekolah, perasaan
engganku yang dari tadi menemani setiap langkahku. Ternyata masih menemaniku hingga
pintu masuk. Artinya setiap peristiwa yang terjadi diperjalan tadi, sama sekali
tidak menghapusnya. Terlebih lagi saat aku harus memperkenalkan diri di depan
kelas baruku. Enggan pun semakin enggan. =(
Seingatku, saat itu aku duduk dengan
almarhum (Asep Mustofa). Pribadinya yang terlihat polos, membuatku ingin
mengenalnya lebih jauh.
“Hai, Namaku Ogi. Kalau boleh tau
nama kamu siapa ya?” Tanyaku dengan masih enggan.
“Hai juga. Namaku Asep Gi. Kamu dari
SD mana?” Jawabnya disertai pertanyaan.
“Ohh Asep. Aku dari SD NEGERI 1
CIMAHI. Kamu sendiri?” Sanggahku dengan kembali bertanya.
“Aku dari SD NEGERI 1 KANANGA Gi”
Jelasnya dengan tersenyum dan mengakhiri percakapan.
Back sound : Sheila On 7-Hari
bersamanya
Selidik punya selidik. Saat obrolan
kami terhenti oleh senyumnya Asep. Itu semua dikarenakan giliran Asep untuk
maju kedepan kelas dan memperkenalkan dirinya saat itu juga. “Artinya setelah
itu aku” Tebakku yang sempat melibatkan otak.
“Ya Tuhan … Aku mohon. Hentikan waktu
untuk kali ini saja. Sesungguhnya juga aku masih sangat malu” Doaku saat
terdesak.
Namaku Ogi Rogisno, Asal sekolahku
dari SD NEGERI 1 CIMAHI, Saat ini hobbyku menyanyi, Dan ……
Belum sempat menyebutkan cita-citaku
apa, sesosok kakak kelas yang kejam menurut ilustrasi berita di Televisi.
Tiba-tiba menyanggahku untuk tidak berbicara lagi dengan kata “STOP”.
Lalu dengan tenang dia menghampiriku dan menanyakan kembali apa hobbyku tadi.
“Etdahhh ini kakak kelas budek apaya. Halahhh … Telinganya periksa dong Kak ke
THT. *Upsss”. =))
“Untuk saat ini hobbyku menyanyi Kak”
Jawabku menjelaskan. Dan ternyata jawabanku itu menjerumuskanku pada satu
permintaan kejamnya.
“Coba de, Kamu nyanyi buat Kakak.
Lagunya The Titans yang judulnya –Rasa ini-“ Pintanya dengan sedikit menawar.
:/
“Ya Tuhan … Sebenarnya Engkau
mendengarkan doa Hamba-MU yang sedang terdesak ini atau tidak? Lantas kapan
waktu akan Kau hentikan?” Doaku yang sempat menyambung dengan doa sebelumnya.
Rasa maluku berujung pada aku yang
tetap diam berdiri tanpa berbicara. Dan selanjutnya sosok Kakak kelasku yang
tengah menunggu suara emasku itu kembali bicara. “De, Ayo nyanyi. Katanya hobby
nyanyi”. Suruhnya dengan menggeretak. “Maaf Kak. Bukannya aku tak mau nyanyi.
Hanya saja untuk saat ini aku merasa malu” Jawabku dalam hati. =) Iya benar !
Aku menjawabnya hanya dalam hati. Karena aku terlalu malu. Dan saat itu aku
menjawabnya dengan senyuman manisku. :)
Kemudian “Yaudah deh, kamu nyanyi
lagu potong bebek angsa aja de. Tapi setiap lirik yang ada huruf vokalnya, kamu
ganti dengan hufuf *E* semua” Suruhnya dengan permintaan yang menurutku sangat
kejam. “Ini apasih? Harus apa ya pake huruf *E* gitu. :( Ohmaygat … Tolong aku
dong =(“
“Peteng bebek engse, engse de keweli,
nenek mente dense, dense empet kele. Sereng ke kere, sereng ke kenen. Le le le
le le le le le le le le ... “Kira-kira seperti itulah aku bernyanyi” o_o
Aneh memang super. Tapi Ya sudahlah.
Bondan pun ikhlas menerimanya. =)
Dan ternyata, kursi dimana aku baru
mengenal sosok almarhum menungguku dengan gaya manisnya. Sepertinya dia mulai
merindukan cara dudukku yang unik. Yang menyimpan kedua buah daging berbelah
bagian bawah di atasnya. *Upsss - sensor-“ Aku pun kembali duduk. =)
Back sound : Drive-Bersama bintang
Hari pertama telah berlalu. Dan
berganti dengan hari-hari berikutnya yang disertai tugas-tugas aneh. Sepertinya
semakin hari semakin kejam. Perlakuannya menyamakan seorang ibu tiri pada anak
tirinya. Ironis bukan. Tapi Ya sudahlah. Karena Bondan pun ikhlas menerimanya,
kami pun begitu. :D
Tak ku ingat hari ke berapa ia datang
menyumbangkan suara indahnya di kelasku. Namun, aku mengakui dengan setulus
hati kalau Aat Wihati memang memiliki suara yang indah. =) Seandainya Tuhan
mengabulkan doaku untuk menghentikan waktu pada saat yang aku mau. Aku
akan hentikan waktu juga saat suara indahnya melukis hari. Walau itu hanya
sebentar saja. Kenangan *Bersama Bintang* yang Aat bawakan terlalu manis.
Sehingga aku tak ingin semuanya berlalu tanpa kesan. =)
Awalnya, MASA ORIENTASI SISWA memang
tak ku sukai. Hingga pada akhirnya aku menyukai kegiatan itu saat kenangan
indah yang terukir begitu banyak. Dan kini, aku merindukan masa-masa itu.
Pikirku, aku hanya akan merindukan
hal itu saja. Namun ternyata saat waktu bergulir, kenangan indah yang terukir
semakin banyak. Bahkan organ kepalaku yang fungsinya untuk berfikir pun sudah
seperti kehabisan daya. Dan aku pun sedikit L U P A.
Sempat ku ingat sedikit kenangan
indah yang berubah menjadi musibah. Saat waktu terus bergulir, ternyata teman sebangku-ku
saat MOS dilaksanakan itu. Telah lama mengidap sebuah penyakit ganas. Hingga
akhirnya kami dibuat menangis histeris atas kepergiannya. T_T
Selamat jalan kawan. Semoga engkau
bahagia dengan tempat barumu itu.
Tuhan … aku ingin dia tersenyum bangga
melihat kami disini. Dan aku ingin Engkau menjaganya dengan Kasih Sayang-MU. =)
Back sound : Vierra-Bersamamu
Siti Aisyah, begitulah nama
lengkapnya tertulis di absen. Perempuan baik ini yang menggantikan posisi
almarhum. Setelah kepergian Almarhum, Isah-lah yang kemudian menjadi teman
sebangku-ku. Ku rasa, terlalu banyak kisahku yang terukir manis bersamanya.
Hingga akhirnya nama *teman sebangku* pun ia ubah menjadi *Sahabat sebangku*.
=)
Seiring dengan berputarnya bumi, Isah
telah menyadarkanku arti penting dari menghargai sesama. Dan ekspektasiku saat
itu, Isah bukan sekedar *Sahabat sebangku-ku* Tapi juga *Sahabat sejatiku* =)
Terima kasih Isah.
Waktu tidak pernah diam ditempat. Dia
selalu bergulir dan akan terus bergulir. Sampai akhirnya, waktu menyeretku pada
kelas baruku. Sebut saja kelas VIII B. Kelas baruku tanpa sahabat sejatiku.
Benar sekali ! Dikelas baruku ini, aku tidak lagi bersama Isah. Isah di
tempatkan pada kelas yang berbeda denganku. Dan ini membuatku harus menerimanya
dengan perasaan kecewa.
Rencana Tuhan memang selalu indah.
Dia selalu membuat cerita akhir yang bahagia untuk hamba-NYA. Dikelas baruku,
Aku memang tidak lagi bersama Isah. Tapi tenang saja. Semua akan indah pada
waktunya. =) *Amin*
Atikah Maharani, begitulah namanya
saat ia memperkenalkan diri. Siswi baru pindahan dari Mts Nurul Ilmi-Cikupa
Tangerang ini lah yang sedikit menggantikan peran Isah. Tapi bukan berarti Isah
terlupakan. Hanya saja mungkin lebih pada pen-dominasi-an suasana kelas.
Tepatnya, suasana kelas yang dulu terlukiskan oleh Siti Aisyah. Kini Atikah
Maharani lah yang melukiskannya untukku. Layaknya Siti Aisyah. Atikah Maharani
pun juga mulai akrab seiring dengan caranya beradaptasi. Dan kini, Tika adalah
Sahabat sejatiku setelah Isah. =)
Lamanya hari yang terlewati. Tidak
memutuskan Tika untuk kukenalkan pada Isah. Dan semakin banyak hari yang
terlewati, membuat keakraban kami bertiga semakin erat bagai perekat. :)
Back sound : Steve-Bagaikan langit
Kisah indah yang berubah menjadi musibah
tidak hanya terjadi pada yang ku ceritakan sebelumnya. Tepat hari Kamis, saat
kegiatan ekstrakurikuler PATROLI KEAMANAN SEKOLAH dilaksanakan. Aku membuat
sedikit keributan dengan temanku Yuniar Kusumayanti. Tapi dari situlah aku jadi
mengerti arti dari kebersamaan dan saling menghargai. Seperti yang selalu Isah
katakan padaku. Maafkan aku Niar dan Terima kasih atas pembelajaran yang kau
berikan padaku. =)
Ria Meyliawati Putri. Perempuan
cantik dengan segudang keanehan ini yang sering membuatku tertawa. Dari kata
Abang sampai kata Amit-amit nya itulah yang sering membuatku tertawa dengan
sukses. Tingkahnya yang polos disertai goyangan anehnya saat berkata *Abang*
membuatnya lebih percaya diri saat melakukan hal itu. HaHaHa =))
Ria Ria ... Jika meminjam istilah,
benarnya saat ini Aku merindukan tingkah polosmu. Dan jika boleh, Aku ingin
tertawa lagi dengan alasan karenamu.
*Uweee* #Muntahh -_-“
Singkat cerita, Kenaikan kelas telah
dilaksanakan. Dengan perasaan bahagia aku menerima semuanya. Bagaimana tidak?
Aku, Isah, dan Tika disatukan dalam satu kelas. Ini merupakan kebahagiaan
awalku. Setelah itu ada kebahagiaan lainnya yang tidak bisa kuceritakan. :D
Keakraban kami bertiga memang sudah
melekat dengan erat. Hingga yang tidak menyukai dengan keakraban kami bertiga
pun tidak ubah meruntuhkannya. =)
LOGIKA. Begitulah kami menamai
persahabatan ini. Persahabatan yang sederhana dan tidak menyukai
pen-diskriminasi-an ini, masih berjalan dengan baik dan sangat manis. Saat
waktu memisahkan kami bertiga pun, persahabatan kami masih tetap terjalin
dengan baik, hingga sekarang. =)
Back sound : Bruno Mars-The lazy song
Aku baru sadar. Dari cerita awal
hingga hampir mendekati cerita akhir, sepertinya aku tidak pernah menyebutkan
nama-nama SAHABAT SD-ku. Bukannya aku tidak mengakui kalian sebagai SAHABATKU
kawan. Hanya saja nama kalian sudah tertulis dalam hatiku dan tertuang dalam
pikiranku. Jadi aku rasa semuanya tidak perlu dituliskan kembali dalam cerita
ini. =) Tenang saja. Kalian akan tetap menjadi yang terbaik untukku kok.
Apalagi kamu ! :)
Seingatku. Saat angkatan kita
melakukan perpisahan dengan mengunjungi sebuah tempat wisata. Saat itu pula,
keinginanku untuk mengikuti kegiatan yang terencana itu harus terhenti.
Alasannya hanya satu, *Penyakit Ayah*. =( Walau hati kecewa menerimanya, aku
mencoba menutupi kekecewaan itu dengan tersenyum di hadapan Ayahku. Saat itu,
Aku berharap Ayah dapat sembuh dari penyakitnya. Namun tetap saja, Manusia
hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan. =)
Pepatah mengatakan bahwa sejatinya
setiap pertemuan itu akan terkikis habis oleh sebuah perpisahan. Layaknya
sebuah skenario film, aku ingin cerita akhir hidupku bertajuk pada kebahagiaan.
Agar aku tidak perlu lagi meneteskan air mataku untuk kesekian kalinya. Namun
sepertinya, saat aku menulis cerita pada bagian ini, mungkin saat itu pula aku
tengah bermimpi.
Karena kenyataannya Tuhan-lah yang
akan menentukan semuanya. =)
Back sound : Justin
Timberlake-Leaving on the jet plane
Seingatku, kenangan yang terukir saat
masa putih biru berlangsung sangatlah banyak. Lalu, dengan sedikit daya ingat
yang tersisa. Aku mencoba untuk menuangkan kisah demi kisah yang telah
terjadi. Walau terkadang ada salah satu cerita yang tidak sesuai dengan
kenyataannya. Inilah seingatku.
Seingatku, masa putih biru adalah
dimana saat kita terlihat bodoh. Selalu ingin terlihat gaul dimata orang banyak
dengan tingkah yang konyol, dengan tulisan ALAY, dan dengan sedikit mencari
perhatian orang lain.
Seingatku, aku terlalu banyak berkata
“seingatku”. Dan akhirnya, seingatku aku akan berhenti bercerita. Karena
seingatku daya pikiranku mulai tak seingat-seingatku (ngaco). Akhir cerita,
seingatku ini akhir dari ceritanya. Jadi seingatku tak perlu ada lagi yang
seingat-seingatku. Yang pasti, seingatku saat ini aku tengah merindukan
teman-teman semua. =) Dan semoga saja, suatu saat nanti Tuhan kembali
mempertemukan kita semua. *Amin* :)
Terima kasih kepada semua pihak yang
telah terlibat dalam cerita ini.
Dan mohon maaf apabila ada perkataan
yang tidak meng-enakkan hati.
Follow us my twitter : @OgiRogisno

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bijak.